Semarang, USAID RWAP (United States Agency for International Development) atau dalam bahasa Indonesia berarti Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika, adalah badan independen dari pemerintahan Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan dan kemanusiaan untuk negara-negara lain didunia, mengadakan kegiatan pelatihan softskill untuk mahasiswa. Kegiatan ini digelar di Gedung A Rektorat Lt.3 Universitas Ivet, Kamis (5/9).

Peserta pelatihan dibagi menjadi Sembilan batch dan tiap batch berisi kurang lebih 45 Mahasiswa dengan total peserta 461 Mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan mulai dari bulan Septe,ber hingga November 2019, dimana setiap batch mendapatkan pelatihan selama dua hari dalam satu minggu.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan karakter mahasiswa dan keterampilan untuk menghadapi dunia kerja kelak. Acara ini diisi dengan berbagai macam kegiatan dan games ditengah-tengah pemberian materi.

Dunia kerja penuh dengan tantangan untuk itu perlu adanya pelatihan khusus sehingga tantangan tersebut dapat teratasi dengan mudah, dan salah satu hal yang tidak boleh diabaikan dalam melamar pekerjaan adalah mengenali dan mencari tahu perusahaan apa yang dituju dan pekerjaan apa yang akan dilakukan, sehingga perlu adanya skill atau bakat untuk bisa mengatasi itu semua. Maka dari itu universitas Ivet bekerjasama dengan USAID RWAP menyiapkan lulusan dari Universitas Ivet siap bersaing di dunia kerja mendatang” ujar Rektor Universitas Ivet Prof. Dr. Rustono, M.Hum.

Chief of Party USAID RWAP, Toto Purwanto mengatakan persaingan dunia kerja memang perlu adanya keterampilan dan pengalaman, oleh karena itu kami melatih para mahasiswa untuk siap bersaing di dunia kerja, sebab persaingan di dunia kerja tidak semudah apa yang di bayangkan apa lagi Fresh Graduate, kebanyakan perusahaan mencari pekerja yang sudah memiliki keahlian. Maka dari itu kami akan semaksimal mungkin melatih mahasiswa Universitas Ivet ini siap dalam bekerja agar nantinya mencari pekerjaan tidak kesulitan dan tentunya para lulusan dari perguruan tinggi tidak menganggur.

Kegiatan belajar sambil bermain inilah yang membuat para peserta sangat semangat dan senang mengikuti serangkaian acaranya. Para peserta juga dapat mengeksprsikan dirinya, bercerita tentang cita-citanya, dan mengenali dirinya sendiri. Para peserta juga dapat mengeksprsikan dirinya, bercerita tentang cita-citanya, dan mengenali dirinya sendiri. (IST)

Salah satu aspek mengenali diri sendiri adalah dengan mengetahui cara belajar. Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda–beda. Dengan mengetahui tipe belajar yang dimiliki, seseorang bisa menyerap ilmu yang diberikan dengan mudah dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Berbagai macam kegiatan yang dilangsungkan dalam pelatihan soft skill selama dua hari tersebut diharapkan dapat memenuhi harapan dan tujuan pembanguan diri mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga beretika, serta mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara positif dengan orang lain. Kegiatan ini sangat perlu untuk dilakukan guna membentuk mahasiswa yang berintelektual dan kompetitif. Mahasiswa dilatih untuk lebih percaya diri baik secara individu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code