Universitas Ivet Adakan Webinar Pendidikan Vokasional dalam Rangkaian Dies Natalis Ke-2

SEMARANG – Dalam rangkaian Dies Natalis ke-2, Universitas Ivet (Unisvet) mengadakan webinar mengenai pendidikan vokasi melalui daring, Rabu (27/1/2021).

Webinar ini menghadirkan narasumber Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Dr Beny Bandanadjaja, anggota DPR RI Komisi X Dr Mujib Rohmat, dan Sekretaris Ikatan Guru Vokasi Indonesia, Kamajaya.

Rektor Universitas Ivet Prof Rustono menyampaikan, seremoni Dies Natalis ke-2 sudah dilewati pada tanggal 12 januari tetapi rangkaian kegiatannya masih berlanjut “Masih ada beberapa rangkaian acara lagi dalam Dies Natalis ke-2 Unisvet. Semua acara mengundang pembicara hebat termasuk hari ini walaupun melalui daring. Harapannya dengan terselengaranya kegiatan demi kegiatan ini Unisvet semakin dikenal dan bisa memberikan manfaat,” ujar Rektor Unisvet.

Prof Rustono mengutarakan pentingnya sertifikasi keahlian dalam pendidikan vokasi untuk menghadapi dunia kerja. “Pendidikan vokasi itu tidak lain adalah keahlian terapan ataupun kejuruan. Para lulusannya diharapkan punya keahlian praktikal untuk langsung terjun ke dunia kerja. Oleh karena itu, pendidikan vokasi baik di tingkat SMK atau perguruan tinggi harus melaksanakan magang sebelum tamat atau lulus,” paparnya.

Sesudah lulus, para peserta pendidikan vokasi itu selain mendapat ijazah juga akan mendapatkan sertifikat. Oleh karena itu pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang istimewa dalam rangka penyiapan dunia kerja karena yang dibutuhkan adalah keterampilan bekerja.

Anggota Komisi X DPR RI Dr Mujib Rohmat menjelaskan sesuai Inpres No 9 tahun 2016, ada beberapa revitalisasi pendidikan vokasi dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia. DPR bekerjasama dengan lima kementerian merealisasikan revitalisasi tersebut, di antaranya penyusunan peta sebaran dan proyeksi pengembangan industri.

Kemudian penyusunan peta sebaran satuan pendidikan kejuruan dan vokasi. “Lalu penyusunan peta kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan calon tenaga kerja industri. Kemudian penyiapan industri dan datuan pendidikan kejuruan dan vokasi. Selanjutnya pembangunan dan peningkatan infrastuktur pendukung kompetensi tenaga pendidik dan sertifikasi calon tenaga kerja industri serta penyedia tenaga instruktur dan industri,” jelasnya.

Kemudian peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana di satuan pendidikan kejuruan dan vokasi. Semua itu dilakukan untuk mempersiapkan para lulusan pendidikan vokasi untuk siap terjun ke dunia kerja.

Share this post on: