Dies Natalis Ke-2, Universitas Ivet Semarang Gelar Ngaji Bareng Gus Baha

SEMARANG – Dalam rangkaian acara Dies Natalis ke 2, Universitas Ivet (Unisvet) Semarang mengadakan Ngaji Bareng Gus Baha dengan tema Muhasabah dan Munajat Kebangsaan, Selasa (19/1/21). Kegiatan ini dilaksanakan melalui virtual Zoom dan live Youtube

Wakil Rektor 3 Tri Leksono menyampaikan forum ini diadakan di dua tempat berbeda. “Gus Baha dan pengurus Yayasan IKIP Veteran berada di Ponpes Al Quran milik Gus Baha di Lasem, Rembang. Rektor beserta jajaranya ada di kampus Unisvet Semarang,” jelasnya.

Dua forum ini digabungkan melalui virtual zoom serta disiarkan langsung melalui Youtube. “Harapannya diadakan terpisah dan melalui daring ini untuk meminimalkan penyebaran virus corona yang semakin hari semakin bertambah kasus positifnya. Apalagi jamaah dari Gus Baha ini sangat banyak,” paparnya.

Ketua Yayasan Pembina IKIP Veteran Ahmad Suudi menyampaikan, selain dalam rangka dies natalis juga dalam rangka Doa Bersama yang dipimpin langsung Gus Baha.

Tujuan Doa Bersama ini menginginkan Indonesia agar segera pulih dari bencana yang ada dan aktivitas pendidikan bisa mulai seperti biasa lagi. “Pada dies natalis ke-2 kami menginginkan hal yang berbeda. Masa pendemi ini sudah hampir setahun belum berakhir sehingga menjadi akan beban bagi banyak orang. Diharapkan bencana ini bisa segera berakhir dan memulihkan segalanya. Maka dari itu kami berinisiatif untuk mengelar doa dan ngaji bersama bareng tokoh agama nasional dalam hal ini adalah Gus Baha,” jelasnya

Rektor Prof Rustono menyampaikan walaupun dalam keadaan yang sangat terbatas ini, kita perlu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberi keselamatan. “Dalam rangka Munajat kebangsaan atau doa kebangsaan terhadap bangsa Indonesia ini kita berdoa Insyaallah pandemi segera berakhir. Begitu juga banyaknya musibah yang beruntun datangnya baik di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Jakarta, Sumedang, Bandung, Jawa Timur, dan juga di Semarang. Mari kita berdoa kebangsaan demi keselamatan kita semua bangsa Indonesia dan demi kemajuan bangsa Indonesia,” paparnya.

Prof Rustono juga menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya rangkaian kegiatan dies natalis ke 2 “Walaupun dengan keterbatasan alhamdulilah rangkaian demi rangkaian sudah kita selenggarakan. Dalam waktu dekat kami juga akan ada lagi kegiatan seminar secara nasional maupun internasional. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Yayasan Pembina IKIP Veteran yang telah mensuport acara ini serta bapak ibu dosen, tendik, mahasiswa, dan alumni yang juga menyukseskan kegiatan ini sehingga kegiatan dies natalis ke-2 dapat berlangsung lancar tanpa halangan sedikit pun,” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Gus Baha menyampaikan Muhasabah dan Munajat Kebangsaan ini harus diwarnai dengan saling bertoleransi kepada sesama.

Sehingga nantinya akan tercipta keharmonisan antar umat beragama.

“Kita harus bertawadhu jangan merasa paling benar sendiri, jangan merasa paling top sendiri. Apalagi di tengah pandemi seperti ini kita harus bisa bersama-sama berbagi kebaikan. Di sini kenapa para kyai itu fleksibel berteman dengan berbagai kelompok karena kami beranggapan bahwa kami tidak pernah merasa lebih sehingga harapannya terciptanya sebuah keharmonisan antar umat beragama,” tuturnya.

Dia berharap adanya kegiatan ini timbul hubungan yang harmonis antar sesama, semisal di perguruan tinggi antara rektor dengan Yayasan, dosen dengan mahasiswa, dan institusi dengan masyarakat luas. “Sehingga walapun di tengah pandemi, kita bisa menghadapi bersama-sama dan menjadikan institusi bisa selalu dicintai oleh semua kalangan,” imbuhnya.

Share this post on: