Semarang, mengasah keterampilan harus sudah di mulai sejak dini, sebab dengan mengetahui bakat seorang anak dari usia dini maka orang tua tentu dapat mengetahui anaknya akan di arahkan kemana. Salah satu bakat yang tentunya juga melestarikan budaya indonesia yaitu sebuah tarian, dengan kita tau bakat anak dengan menari maka kita juga sudah membantu melestarikan budaya. Selain itu Menari bukan hanya melestarikan budaya dan keindahan gerak dalam alunan musik saja, tetapi juga pendidikan, stimulasi ekspresi dan kreasi. Tari dapat diajarkan kepada anak-anak tanpa memandang usia, kondisi fisik, maupun mental seorang anak.

Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Ivet menyelenggarakan Gebyar Tari Anak Usia Dini. Acara ini di gelar dalam rangka memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa semester 4 untuk mengajarkan dan mementaskan tarian anak usia dini dari berbagai sekolahan PAUD Se-Kota Semarang, kegiatan tersebut di adakan di Transmart Carfur Banyumanik Semarang minggu (14/7).

Dalam acara tersebut hadir Rektor Universitas Ivet Prof. Dr. Rustono, M.Hum., “saya sangat mengapresiasi mahasiswa semester 4 PG PAUD Universitas Ivet, karena selain menjadi ajang pengembangan bakat juga menjadi ajang promosi kepada masyarakat bahwa mahasiswa Universitas Ivet sangat kreatif dalam menyelenggarakan sebuah acara” sambutan rektor dalam acara gebyar tari anak usia dini.

Rektor juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh panitia khususnya mahasiswa semester 4 PG-PAUD Universitas Ivet dan dosen pembimbing Maria Denok, M.Pd., telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Harapannya semoga Universitas Ivet dapat semakin di kenal kepada masyarakat dan tentunya mahasiswa yang saat ini me jadi pabitia nantinya lulus sudah di bekal i dengan keterampilan membuat sebuah acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code