Menangkal Corona Dengan Asupan Gizi
Oleh : Tim Dosen Ilmu Gizi Universitas IVET

WHO telah menyatakan status Corona Virus Disease (COVID-19) menjadi wabah pandemik, karena telah menjangkit di banyak negara di dunia. Akibat dari mewabahnya virus ini berdampak kebaerbagai sector mulai dari ekonomi hingga olahraga. Di Indonesia sendiri jumlah kasus terjangkit virus corona semakin hari semakin bertambah. Berita terbaru kota solo menyatakan status KLB dan menerbitkan edaran semi lockdown di lingkungan kota solo, jika kasus ini semakin bertambah tentu akan di susul status KLB oleh kota-kota yang lainnya.

Virus corona menyerang sistem pernafasan manusia dan menyebabkan penderita mengalami gejala seperti flu, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan dan demam. Virus corona dapat menginfeksi siapa saja. Virus tersebut termasuk kategori zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Namun belakangan, virus ini dapat menular antar manusia. Penyebaran dapat melalui percikan air liur pengidap (batuk dan bersin), menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi, tinja atau feses. Risiko virus corona lebih banyak terjadi kepada lansia dan orang yang sedang sakit atau yang memiliki kekebalan tubuh lemah. Untuk mencegah kemungkinan terinfeksi virus, selain dengan menjaga kebersihan terutama mencuci tangan ataupun menggunakan hand sanitizer dan tidak menyentuh wajah sebelum cuci tangan, satu hal yang sama pentingnya adalah menjaga kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh bekerja untuk melawan infeksi dari berbagai virus dan bakteri. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dapat dilakukan dengan mengonsumsi beragam jenis makanan yang baik kualitasnya maupun kuantitasnya serta harus diimbangi dengan berolahraga, istirahat yang cukup serta hindari stres.
Beberapa Makanan berkualitas yang dapat dikomsumi untuk meningkatkan kekebalan tubuh antara lain:

Sumber Protein
Tubuh membutuhkan protein secara konsisten untuk menjaga ketahanan tubuh dari infeksi. Hal ini disebabkan karena sebagian besar mekanisme kekebalan tubuh bergantung pada produksi senyawa protein aktif. Sumber protein antara lain, daging, ikan, tempe, tahu, susu dan keju.
Sumber Vitamin

Beberapa vitamin dikenal mempunyai fungsi melindungi tubuh dari kondisi inflamasi (peradangan) sehingga sel imun dapat bekerja dengan maksimal dalam tubuh.
Vitamin D dapat mempengaruhi hormon yang meningkatkan system imun. Makanan yang mengandung vitamin D seperti kuning telur, jamur, susu sapi, susu kedelai, jus jeruk, sereal dan oatmeal. VitaminD juga dapat diperoleh dari paparan sinar matahari di waktu pagi dalam berupa pro vitamin D.
Vitamin C memiliki label “pendorong system imun”. Vitamin C dibutuhkan untuk produksi dan fungsi antibodi. Jika kebutuhan vitamin C tidak tercukupi, system imun menjadi lamban merespon untuk mencegah patogen. Vitamin C juga membantu melawan infeksi. Adapun makanan yang mengandung vitamin C yaitu buah-buahan masam, seperti stroberi atau jeruk.
Vitamin B6 sangat membantu reaksi biokimia pada system imun. Makanan yang kaya akan vitamin B6 yaitu ayam dan ikan laut dalam (salmon dan tuna), serta sayuran hijau dan buncis.

Vitamin E juga memiliki anti oksidan yang kuat, yang membantu tubuh melawan infeksi. Adapun makanan yang kaya akan vitamin E adalah kacang-kacangan, biji-bijian dan bayam.

Tetap terhidrasi juga meningkatkan system imun tubuh. Air membantu limfa, yang membawa sel darah putih dan sel system imun. Hindari minum kopi yang yang membuat mudah dehidrasi. Atau perbanyak konsumsi makanan yang menghidrasi, seperti mentimun, atau semangka.

Sumber Lemak
Tubuh manusia membutuhkan asupan lemak untuk menjaga kekebalan tubuh. Jenis lemak baik yang dibutuhkan seperti makanan sumber omega 3 dan omega 6. Jenis bahan makanan yang mengandung lemak baik ada pada ikan air laut, kacang-kacangan dan polong-polongan.

Sumber Mineral
Beberapa jenis mineral dibutuhkan untuk menjaga kekebalan tubuh, seperti zink, tembaga dan selenium. Zink dapat ditemukan pada kacang-kacangan, kuning telur dan daging. Tembaga dapat berfungsi menurunkan risiko terkena penyakit infeksi. Bahan makanan yang mengandung tembaga antara lain seperti kentang, kacang-kacangan, sayuran hijau dan gandum. Sumber selenium banyak terdapat pada telur, jamur, daging dan produk perikanan. Selenium berfungsi mencegah masuknya pathogen infeksius ke dalam tubuh dengan membantu meningkatkan produksi antibodi.

Sumber Energi
Satu hal yang tidak boleh ketinggalan adalah bahan makanan pokok, lemak dan protein yang dapat menghasilkan energi yang digunakan dalam metabolisme sehingga organ organ dapat bekerja secara normal dan sehat.

Dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai anjuran “ Piring Makanku” dengan komposisi makanan pokok, sayur, lauk, dan buah sesuai porsinya. Diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gizi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mampu menangkal virus corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code