Semarang, Kemenristekdikti berupaya untuk memfasilitasi keterjangkauan, kesetaraan, dan keterjaminan akses pendidikan tinggi tersebut dengan menerbitkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 26 Tahun 2016, Tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau yang merupakan proses pengakuan atas Capaian Pembelajaran seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal, dimulai dari jenjang kualifikasi level 3 KKNI (Program D3) sampai dengan jenjang kualifikasi level 9 KKNI (Program Doktor) sebagai jenjang paling tinggi.

RPL sendiri bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk disetarakan dengan kualifikasi tertentu berdasarkan pada pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja.

Menurut Rektor Universitas Ivet Prof. Dr. Rustono, M.Hum. bahwa kampus Universitas Ivet ini sudah memulai program pembelajaran dengan menggunakan Rekognisi Pembalajaran Lampau (RPL) atau proses pengakuan atas Capaian Pembelajaran seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja serta prestasi. di universitas Ivet ini program RPL dikhususkan untuk seseorang yang belum menganyam pendidikan sarjana S1. Universitas Ivet sudah melaksanakan dan sedang berjalan program RPL ini pada Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, pada program RPL di Universitas Ivet ini untuk menyingkat perkuliahan program RPL kami sepakat untuk menyelengarakan tes kepada calon mahasiawa yang memilih program RPl karena untuk menyingkat perkuliahan seperti yang di sampaikan oleh  Direktur Pembelajaran Belmawa Kemenristekdikti Dr. Ir Paristyanti Nurwardani, M.P saat berkunjung ke Universitas Ivet.

Pelaksanaan RPL bisa dengan tatap muka yang kita adakan tiap sabtu dan blended learning karena mahasiswa yang ikut program RPL ini kebanyakan mahasiswa dari luar kota bahkan semuanya sudah bekerja. Rektor juga menyampaikan bahwa syarat untuk menjadi guru saat ini harus mempunyai ijasah sarjana maka dari itu kesempatan bagi Universitas Ivet untuk menyelengarakan program RPL karena universitas swasta lah yang mampu untuk menyelengarakan program tersebut sebab universitas negeri sudah sangat sibug untuk program perkuliahan regular. Kami berharap untuk prodi lain selain PG PUAD bisa menyelengarakan program RPL Tersebut.

Dalam acara kunjunganya ke Universitas Ivet, Direktur Pembelajaran Belmawa Kemenristekdikti Dr. Ir Paristyanti Nurwardani, M.P. menyampaikan bahwa Universitas Ivet ini sudah sangat siap menyelengarakan program RPL di lihat dari buku panduan yang di buat oleh Tim RPL Universitas Ivet. Dan kita sangat mengapresiasi hal tersebut sebab di Kemenristekdikti tidak di bahas detail mengenai program RPL namun di buku panduan yang di buat oleh Tim RPL Universitas Ivet sangat detail, sehingga sangat memudahkan bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar di program RPL tersebut. Dr. Ir Paristyanti Nurwardani, M.P. juga menyampaikan bahwa RPL paling tidak di tempuh selama 4 Semester. Dan setidaknya terakreditasi paling rendah B. Selain PG PAUD program RPL juga bisa di slengarakan oleh prodi lain diantaranya PGSD, Vokasi, Matematika, Bahasa Inggris, IPA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code