Praktikum sebagai bekal ketrampilan bagi Lulusan Sarjana Gizi Unisvet

Mahasiswa program Studi Gizi Universitas Ivet melakukan praktikum di laboratorium program studi gizi

Praktikum merupakan salah satu hal penting yang dipelajari dalam dunia pendidikan selain mendalami teori-teori yang terdapat dalam setiap mata kuliah. Praktikum dapat memberi ketrampilan dan bukti yang nyata dari sebuah teori sehingga mahasiswa dapat memiliki pengalaman membuktikan sesuatu teori atau hukum yang dapat di gunakan ketika nanti telah masuk dunia kerja.

Saat ini mahasiswa gizi UNISVET telah memasuki semester dua. Ada beberapa praktikum yang tentunya berkaitan dengan dunia gizi, antara lain kimia makanan, ilmu teknolongi pangan dan kulinari. Dalam praktikum kimia makanan mahasiswa akan diberikan ketrampilan dalam pembuktian kandungan zat gizi yang ada pada makanan, bagaimana cara mengujinya dan bahan dan peralatan yang digunakan. Sebagai contoh pengujian karbohidrat pada bahan makanan pokok dengan menggunakan metode uji benerdict, yaitu dengan meneteskan cairan benerdict sehingga sehingga terjadi reaksi perubahan warna pada bahan makanan untuk menentukan kadar kandungan karbohidrat dalam bahan makanan tersebut. Untuk praktikum ilmu teknologi pangan, mahasiswa akan belajar dan mempraktekan proses pembuatan makanan atau bahan makanan yang sudah ada atau inovasi-inovasi jenis bahan makanan baru dari golongan makanan pokok seperti membuat mie yang sehat hingga membuat lauk pauk seperti bakso, nuget sayur dan lain sebagainya.

Selain praktikum kimia makanan dan praktikum ilmu tekonologi pangan yang sudah disampaikan tadi, praktikum selanjutnya yang tidak kalah menarik di semester dua ini adalah praktikum kulinari. Praktikum kulinari memberikan pengalaman pada mahasiswa berkaitan dengan pengolahan bahan makanan menjadi sebuah masakan yang menarik dan bergizi untuk disajiakan. Didalam praktikum kulinari ini mahasiswa juga diajarkan bagaimana membuat masakan sesuai dengan pola makan kontinental atau eropa dan juga tentu pola makan Indonesia, selain itu juga bagaimana membuat masakan untuk orang dengan sakit tertentu semisal diabetes, jantung, dan lainnya. Mahasiswa juga dapat mempraktekan pembuatan hidangan mulai dari makanan pembuka (Appetizer) seperti salad dan soup, kemudian menu makan utama seperti mie goreng, hidangan makan seimbang, dan juga membuat hidangan makanan penutup (Dessert) seperti pudding ataupun cake.

Praktikum lain yang akan di dapatkan mahasiswa gizi Unisvet selama perkuliahan berlangsung antara lain adalah pengukuran dan penentuan status gizi, analisis zat gizi, dan masih banyak lagi. Disamping praktikum yang dilakukan di laboratorium gizi, mahasiswa juga akan diberikan pengalaman praktikum yang dilakukan di lapangan secara langsung berupa Praktik Belajar Lapangan (PBL) yang dilakukan di bidang klinis atau masyarakat.Saat PBL ini Mahasiswa dapat mengaplikasikan semua ilmu yang didapatkan di kelas sehingga secara langsung mahasiswa dapat memahami manfaat ilmu yang di dapatkan untuk masyarakat secara luas. Selain PBL mahasiswa juga berkesempatan MAGANG di perusahaan atau instasi baik swasta atau pemerintah. Berbeda dengan PBL, magang lebih untuk belajar mendalam tentang pengelolaan gizi di perusaahan dan instansi ataupun tentang proses pembuatan produk makanan.

Dari kegiatan praktikum yang dilakukan baik di laboratorium maupun di lapangan, mahasiswa diharapkan mendapatkan bekal yang matang sebagai ahli gizi, sehingga setelah lulusan mahasiswa gizi UNISVET memiliki kepercayaan diri dalam setiap pekerjaanya dan siap menyehatkan bangsa.

Artikel Oleh : Agus Sudrajat, S.KM, M.Gizi Dosen Prodi Gizi Universitas Ivet

Share this post on: