Rektor Universitas Ivet Sahkan Dokumen Sitem Penjamin Mutu Internal

Semarang, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menjadi hal yang perlu di perhatikan oleh perguruan tinggi. Tantangan pengelolaan perguruan tinggi pun menjadi semakin berat. Sebab perkembangan teknologi dan persaingan yang ketat dengan perguruan tinggi baik dari dalam maupun luar negeri menjadi dangat ketat. Lembaga Penjamin Mutu Universitas Ivet telah merancang rumusan Sistem Penjamin Mutu Internal dan di sahkan oleh Rektor Universitas Ivet pada hari Selasa (15/12).

Pengesahan dokumen ini menjadi pedoman bagi perguruan tinggi untuk menjalankan kegiatan akademik yang diatur dalam UU. Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012 Pasal 54, dan dijelaskan kembali pada SN Dikti, Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015, standar Nasional Pendidikan Tinggi meliputi satuan standar Nasional Pendidikan, Standar Nasional Penelitian dan Standar pengabdian kepada Masyarakat

Ketua Lembaga Penjamin Mutu Dra. Eko Heri Widiastuti, M.Hum menjelaskan bahwa perumusan Sistem Penjamin Mutu Internal ini kita mulai sejak bulan agustus 2020 yang tentunya atas kerjasama dengan Wakil Rektor 1 dan pada akhirnya pada bulan desember 2020 ini kita bisa selesai sehingga pada bulan januari 2021 kita sudah bisa menerapkan pedoman Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) di lingkungan Universitas Ivet.

Standar Sistem Penjamin Mutu Internal yang disusun mengacu pada Visi, Misi dan Tujuan Universitas Ivet serta dirumuskan dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan unit kerja. Standar mutu disusun dan ditetapkan secara berdasar unit kerja. Dasar perumusan standar dapat berupa peraturan perundang-undangan terkait, hasil evaluasi diri tentang kinerja yang sedang berjalan, masukan dari stakeholders, hasil benchmarking, dan atau hasil studi pelacakan (tracer study).

Wakil Rektor 1 Dr. Luluk Elyana, M.Si menjelaskan bahwa Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) Universitas Ivet ini selain dirumuskan dengan pertimbangan kondisi dan kemampuan unit kerja, kita juga gabungkan dengan standarisasi ISO yang sudah kita miliki, namun tentunya hanya point tertentu saja sebab untuk ISO sendiri lebih mengatur tentang manajerial perguruan tinggi sedangkan SPMI lebih ke bidang akademisi. “harapan kami dengan adanya Sistem Penjamin Mutu Internal ini mutu pendidikan yang ada di universitas ivet bisa lebih maju dan berkembang apa lagi dengan adanya kurikulum kampus merdeka belajar yang akan kita terapkan mulai semester depan”.

Rektor Universitas Ivet Prof. Dr. Rustono, M.Hum., menyambut baik dengan di sahkannya Sistem Penjamin Mutu Internal ini “harapannya dengan adanya sistem penjamin mutu internal ini mampu mencapai Visi dan Misi yang telah ditetapkan pada statuta Universitas Ivet. kami atas nama lembaga mengucapkan selamat serta rasa terimaksih atas pencapaiannya kepada unit LPM yang telah menyelesaikan rumusan pedoman Sistem Penjamin Mutu Internal.

Share this post on: