Semarang, Universitas Ivet menerapkan metode pembelajaran blended learning guna merespon dan siap menyongsong era digital 4.0. Metode belajar ini memadukan pertemuan tatap muka dengan pembelajaran online dengan memanfaatkan teknologi digital.

Wakil Rektor 1 bidang akademik Dr. Luluk Elyana, M.Si. mengatakan, metode blended learning tersebut targetnya akan diterapkan secara konsisten dan menyeluruh di semua fakultas pada tahun ajaran ganjil 2019/2020. Namun, penerapannya tentu bertahap, tidak langsung pada semua mata kuliah di program studi tersebut dan baru diuji cobakan ke beberapa mata kuliah terlebih dahulu.

Rektor Universitas Ivet Prof. Dr. Rustono, M.Hum. Menyampaikan bahwa Blended learning ini akan tetap ada interaksi antara dosen dengan mahasiswa. Hanya pembagiannya fifty-fifty saja, tergantung dari masing-masing dosen. Bisa selang-seling minggu ini tatap muka, minggu depan online, lalu minggu depannya lagi tatap muka, dan seterusnya,” ujarnya saat ditemui di Auditorium Universitas Ivet, Selasa (3/9).

Menurutnya, metode ini merupakan langkah yang harus terus dikembangkan oleh Universitas Ivet mengingat semakin cepatnya perkembangan teknologi dan tuntutan zaman. Saat ini, setiap orang terintegrasi dengan gadget sehingga pembelajaran menggunakan in ternet sangat memudahkan tidak saja bagi dosen namun juga mahasiswa.

Ada banyak manfaat kuliah online, lanjutnya, dari segi kualitas, metode pembelajaran online relatif lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional. Apabila, didukung dan dioptimalisasi dengan aplikasi serta software-software yang menjadi sarana dan prasarana pelaksanaan kuliah online, perkuliahan online.

“Dengan kuliah online ini, dosen bisa menyampaikan materi dalam bentuk powerpoint, pdf, dan video. Nah, dengan video ini bisa menguntungkan mahasiswa karena mereka bisa mengulang-ulang penjelasan dari dosen. Tidak seperti di kelas yang hanya bisa didengarkan satu kali. Tentu ini ke depannya akan seperti itu,” tuturnya.

Kesiapan penyelengaraan perkuliahan Blended learning di Universitas Ivet Wakil Rektor 1 menghadirkan pakar Blended learning yaitu Dr.rer.nat. Adi Nur Cahyono, M.Pd dari Universitas Negeri Semarang dalam acara workshop tersebut Dr. Adi Nur Cahyono menyampaiakan bahwa untuk mensukseskan penyelengaraan Blended learning hal yang pertama yang harus di lakukan yaitu mengungah Rencana Pembelajaran Studi (RPS) atau biasa di sebut bahan ajar yang dimana nantinya dengan adanya RPS maka pembelajaran akan terstruktur, kapan akan di adakan kuliah tatap muka dan kapan akan di adakan kuliah daring.

Dalam penguatan untuk menjelengarakan perkuliahan Blended learning Universitas Ivet juga menghadirkan Kepala LLDIKTI wilayah VI Prof. Dr. D.Y.P. Sugiharto, M.Pd. Kons. Penyelengaraan Blended learning hal yang harus di perhatikan yaitu kesiapan dosen, kesiapan mahasiswa dan jaringan internet, ke tiga hal tersebut harus bisa berjalan bersama sehingga tercipta Mobilisasi Orkrestasi dan perkuliahan Blended learning akan berjalan dengan sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code