Universitas Ivet Gelar Forum Grup Diskusi Hibah Program Matching Found Dari Kemendikbud

Semarang, hibah Matching Fund dari Kementrian pendidian dan kebudayaan RI menjadi angin segar bagi perguruan tinggi pasalnya KEMENDIKBUD mengucurkan dana sebesar 250 Milliar rupiah untuk seluruh dosen di perguruan tinggi yang akan melakukan penelitian atau research and development dengan industri dan investor. Universitas Ivet (UNISVET) menyambut baik hibah tersebut dengan mengadakan sosialisai kepada seluruh dosen di lingkungan UNISVET melalui daring pada kamis (7/1).

Matching Fund sendiri merupakan bantuan dana yang diberikan untuk melengkapi atau memperkuat sebuah program hilirasi karya reka cipta perguruan tinggi dengan industri atau investor. Menurut Rektor UNISVET Prof Rustono bahwa pemanfaatan hibah matching found sendiri nantinya akan mendapat keuntungan “keuntungan nya sendiri adalah bisa mengurangi potensi kerugian di tahap research and development. Selain itu juga bisa menjalin kerjasama antara perguruan tinggi dengan dunia industri, sebab tujuan utama dari adanya pendanaan ini adalah mensukseskan kampus merdeka.”

Rektor juga menyampaikan harapanya dengan adanya kegiatan forum grup diskusi Hibah matching found melalui daring ini agar semua dosen memanfaatkannya “dana hibah yang di berikan sangat besar jadi rugi kalau kita tidak memanfaatkannya untuk itu mari bersama sama gunakan kesempatan ini dengan sebaik – baiknya”.jelasnya.

Dalam kesempatan itu Dekan Fakultas Kemaritiman Ratna Dwi Kurniawan sekaligus narasumber dalam acara sosialisasi Hibah matching found menjelaskan bahwa hibah penelitian ini nantinya tidak hanya sebatas pembuatan proposal saja namun juga di wajibkan untuk menghasilkan produk dengan tingkat kesiapan teknologi yang lebih baik, sehingga nantinya akan tercipta inovasi atau produk baru untuk kemajuan indonesia”.

“Selain itu hibah ini juga akan menjadi simbiosis mutualisme yang menguntungkan antara pihak investor / industri dengan perguruan tinggi. Di sisi lain industri juga dapat menggunakan usulan reka cipta yang ditawarkan oleh perguruan tinggi untuk membangun ekosistem reka cipta di Indonesia sebagai implementasi Kampus Merdeka”. Imbuhannya

Dekan Fakultas Kemaritiman juga menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan dari perguruan tinggi dalam melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki semangat kemandirian, inovatif, kompetitif dan solutif bagi masyarakat “Harapannya dengan adanya program ini dosen bisa berkolaborasi dengan mahasiswa sehingga tujuan yang di harapkan oleh lembaga akan tercapai”.

Share this post on: