Universitas Ivet, tuntutan untuk berpendidikan tinggi minimal Sarjana menjadikan masyarakat yang bekerja di sebuah instansi belum memiliki ijasah sarjana harus segera memiliki. Salah satu program dari Kementrian Riset dan Teknologi yaitu program RPL atau Rekognisi Pembelajaran Lampau adalah pengakuan terhadap Capaian Pembelajaran (CP) yang diperoleh seseorang dari pendidikan formal atau non formal atau informal, dan/atau pengalaman kerja pada jenjang pendidikan tinggi.

Hal ini di atur dalam Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan peraturan  Permenristekdikti No. 26 Tahun 2016 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau kedua aturan tersebut membuka peluang kepada perguruan tinggi untuk membuka program RPL seluas luasnya namun harus sesuai dengan aturan yang telah di buat oleh Kemenristekdikti.

Universitas Ivet telah sukses menjalankan program RPL namun baru di prodi PG-PAUD dari kesuksesnya itu kembali Universitas Ivet membuka program RPL di prodi prodi lain dan yang paling siap yaitu fakultas SAINTEK prodi Pendidikan Vokasi Teknik Mesin Otomotif (PVTMO).

Rektor Universitas Ivet Prof. Dr. Rustono, M.Hum. menyampaikan bahwa banyak masyarakat yang sudah bekerja dan ingin melanjutkan program studinya ke jenjang yang lebih tinggi namun terkendala oleh waktu. Untuk itu menjadi peluang yang sangat besar bagi Universitas Ivet untuk membuka program RPL. Program RPL sangat membantu sekali bagi para pekerja yang sudah memiliki sertifikat keahlian untuk mendapatkan gelar sarjana dengan waktu tempuh yang singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code