Universitas Ivet, meraih Indeks prestasi Komulatif (IPK) tinggi oleh mahasiswa selama menempuh perkuliahan belum tentu memberikan jaminan menembus dunia kerja. Faktor itu menyebabkan banyak sekali mahasiswa yang tentunya ber IPK tinggi susah mencari pekerjaan. Oleh karena itu mahasiswa harus dapat keterampilan pendukung lain untuk menunjang kesuksesan mendatang.

“keterampilan pendukung ini lah yang nanti akan dapat di jadikan sebagai kompetensi pendamping izasah. Karena perusahaan atau industry pasti akan lebih memilih mereka yang memiliki keahlian pendukung lainya di buktikan dalam bentuk sertifikat” ujar Kelapa Lembaga Layanan Pendidikan tinggi Jateng Prof. D.Y.P., Sugiharto dalam acara wisuda periode 2 Universitas Ivet di hotel Patra Semarang Selasa (8/10).

Dan ini juga yang membuat perguruan tinggi harus memacu mahasiswanya untuk memiliki keterampilan yang menyesuaikan pada perkembangan zaman karena IPK bukan semata mata bisa mengantarkan mahasiswanya untuk bisa sukses

Kegiatan ini juga di hadiri oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Dikti Dr. Totok Prasetyo, dalam orasi ilmiahnya menyampaikan bahwa mahasiswa juga harus siap dalam menghadapi tantangan di era disrupsi dan revolusi industry 4.0 karena dengan adanya era tersebut kemajuan teknologi juga akan semakin besar maka dari itu perlu adanya keterampilan khusus penunjang keberhasilan para lulusan dalam bersaing di dunia kerja mendatang

Rektor universitas Ivet prof Dr. Rustono, M.Hum. menyampaikan bahwa Prosesi wisuda merupakan puncak dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Akan tetapi, wisuda bukanlah segala-galanya dalam konteks belajar sepanjang hayat. Manusia merupakan makhluk pebelajar yang tidak pernah mengenal kata berhenti. Sebagai calon pendidik dan ilmuwan para wisudawan dan wisudawati juga dituntut untuk selalu belajar agar tidak tertinggal dengan inovasi dan ilmu-ilmu baru khususnya pada era disrupsi dan revolusi industri 4.0 dan kelak society 5.0.

Ketua Yayasan Ali Rosyad menyampaikan bahwa memang saat ini sedang terjadi disrupsi yang memunculkan perubahan besar karena itu zaman sekarang ini disebut dengan era disrupsi revolusi industri digital yang dimana terjadi di segala bidang. Secara praktis disrupsi adalah perubahan berbagai sektor akibatdigitalisasi dan Internet Of Thing (IOT) atau “Internet untuk Segala”. Contohnya seperti munculnya Ojek On line yang kemudian mengganggu ojek tradisional atau konvensional. Munculnya Marketplace (belanja on line) yang mengancam took konvensional, dan lain sebagainya.

Di dunia pendidikan, akan muncul fenomena roomless, artinya sebuah sekolah atau Perguruan Tinggi tidak perlu membangun ruang kelas yang banyak untuk memfasilitasi proses pembelajaran karena dengan internet,  pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Melalui laptop atau HP android seorang siswa atau mahasiswa dapat mendownload seluruh materi pelajaran/kuliah  dan bahan ajar serta sumber belajar. Bahkan dapat melakukan pembelajaran tatap muka dengan model teleconference.

Dalam kegiatan wisuda ini Universitas Ivet mewisuda 445 mahasiswa dari 13 Prodi Di 3 Fakultas selain itu Universitas Ivet juga mendapat kejutan dari LLDIKTI Wilayah 6 Jawa tengah yaitu persetujuan prodi baru di universitas Ivet yaitu Administrasi Kesehatan dan juga penyerahan SK kenaikan pangkat Lektor kepala untuk Wakil Rektor 2 Dr. Luluk Elyana,.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code