22 Mahasiswa Unisvet Lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Semarang, Sejumlah 22 Mahasiswa Universitas Ivet ikuti program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) 2 di berbagai kampus ternama yang ada di Indonesia selama 5 Bulan mulai dari Bulan Agustus Hingga Desember 2022.

PMM sendiri merupakan salah satu program unggulan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggunakan hak belajarnya di luar program studi dan di luar Perguruan Tinggi (PT) asal.

Wakil Rektor 3 Universitas Ivet Dr Tri Leksono menyampaikan bahwa Program pertukaran mahasiswa dalam negeri ini di tempuh selama satu semester dari satu pulau ke pulau lainnya guna memberikan pengalaman kebhinekaan dan Ilmu.

“Mahasiswa nantinya akan diajak untuk ikut serta dalam modul nusantara, mata kuliah, dan berbagai aktifitas terkait yang dapat memperoleh pengakuan kredit hingga 20 SKS,” ujarnya.

Tri Leksono juga menambahkan bahwa dalam kurikulum nusantara nantinya mahasiswa juga di tuntut untuk bisa membawakan keanekaragaman dari kota asalnya.

“Keunggulan Program PMM ini mahasiswa dapat mengeksplor dan mempelajari keberagaman budaya nusantara, berteman dengan mahasiswa dari berbagai daerah, serta kesempatan belajar dikampus lain di Indonesia dan tentunya mendapatkan ilmu baru,” imbuhannya.

Wakil Rektor 3 tersebut juga menyampaikan bahwa PMM ini tidak mudah mereka harus mengikuti seleksi dari Ditjen Diktiristek.

“PMM ini peminatnya sangat banyak sebab mahasiswa banyak di untungkan namun dari ratusan pendaftar hanya 22 mahasiswa saja yang di terima pada PMM 2 ini, semester depan akan ada lagi harapannya akan lebih banyak yang lolos namun tentu untuk lolos harus tekun belajar karena persaingan sangat ketat,” tandasnya.

Kampus juga membekali mahasiswa dengan mentor yang nanti akan mengikuti terus aktivitas mahasiswa sehingga tidak akan salah arah sebab tuntutannya sangat besar.

“Selama satu semester aka nada satu dosen yang akan mendampingi jadi apabila mahasiswa ada kesulitan atau ada masalah di sana akan kita fasilitasi, harapannya dengan adanya dosen pendamping ini mahasiswa tidak melenceng jauh dari tuntutan yang kami berikan,” ujar Wakil Rektor 3 Universitas Ivet saat di temui pada hari Selasa (19/7).

Dr Tri Leksono juga menitip pesan kepada para Mahasiswa agar bisa membawa nama harum Universitas Ivet di Perguruan Tinggi tempat mereka mengikuti program PMM.

“Ada 13 perguruan tinggi dari 11 kota di luar pulau jawa yang menjadi jujukan para mahasiswa untuk mengikuti Program PMM, para mahasiswa memilih sendiri perguruan itu jadi jangan sampai mencoreng nama baik Universitas Ivet malah kalau bisa mereka meraih prestasi di sana itu juga menjadi bekal kedepannya kelak apalagi mahasiswa nantinya juga akan mendapatkan sertifikat khusus telah menyelesaikan program yang di buat oleh Ditjen Diktiristek,” pesannya.