Dosen Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Ivet Berlatih Membuat Media Pembelajran Berbasis Animasi, VR dan AR

Semarang, Dalam upaya meningkatkan kompetesi Dosen di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Ivet Tim Task Force PKKM Universitas Ivet selengarakan Workshop pemanfaatan media pembelajran pariwisata sejarah dengan tehnologi animasi, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) di hotel Grasisa selama 2 hari, Rabu 5 Oktober dan Kamis 6 Oktober 2022.

Workshop tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang di adakan oleh Tim Task Force PKKM Universitas Ivet sebagai implementasi dari hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang di terima pada bulan Agustus 2022 lalu.

Perkembangan zaman yang semakin mengedepankan Tehnologi Informasi membuat berbagai pihak harus berfikir kreatif dan inovatif sehingga tidak ada yang namanya ketingalan zaman apalagi tentang pariwisata sejarah, oleh karena itu pengenalan pariwisata sejarah dalam bentuk Animasi, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) perlu di kembangkan sehingga akan mengikuti perkembangan zaman.

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis Animasi, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) merupakan hal yang baru pada Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Ivet oleh karena itu Tim Task Force PKKM 2022 Universitas Ivet menggunang praktisi dan dosen dari Universiats Dian Nuswantoro Godham Eko Saputro sebagai narsumber untuk meningkatkan kompetensi Dosen di Prodi Pendidikan Sejarah agar siap mengajarkan media pembelajaran tersebut kepada mahasiswanya.

Salah satu anggota Tim Task Force PKKM Universitas Ivet Habiburrohman menjelaskan bahwa Pemanfaatan media pembelajaran berbasis Animasi, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) Sesuai dengan kemajuan tehnologi dan juga Sejalan dengan salah satu visi dari prodi Pendidikan Sejarah yaitu meluluskan mahasiswa yang memiliki kemampuan di bidang haritage tourism.

“Oleh karena itu perlu adanya pelatihan kepada para Dosen untuk membuat media pembelajaran tersebut harapannya materi yang di sampaikan narasumber bisa langsung di aplikasikan dan siap untuk di ajarkan kepada para mahasiswa,” jelasnya.

Habiburrohman juga menambahkan bahwa Animasi, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) pada pariwisata sejarah merupakan langkah yang tepat untuk mengikuti perkembangan zaman.

“Prodi Pendidikan Sejarah yang memiliki visi tersebut menjadi keungulan sendiri pasalnya di zaman sekarang banyak tempat – tempat sejarah terutama Museum yang butuh pembaharuan pasalnya banyak museum yang saat ini kurang di minati oleh pengunjung oleh karena itu perlu adanya inovasi yang mengikuti perkembangan zaman sehingga akan banyak yang ingin pergi ke Museum,” imbuhanya.

Tentunya dengan keungulan ini akan banyak pula orang yang berminat untuk kuliah di jurusan Pendidikan Sejarah, pasalnya tidak hanya menjadi guru saja melainkan lulusannya di siapkan untuk bisa bekerja di Dinas Pariwisata atau bisa menjadi Tour Guide.