Kembali, 2 Program Studi Universitas Ivet Terima Hibah PKKM 2022

Semarang, Universitas Ivet  untuk kali keduanya mendapatkan hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka 2022 dari Dirjen Kelembagaan Kemendikbud, kedua program Studi yang mendapatkan hibah diantaranya Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Program Studi Pendidikan Sejarah.

Pada tahun sebelumnya 2 Program Studi di Universitas Ivet juga menerima hibah PKKM yaitu Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin dan Program Studi Pendidikan Informatika.

Hibah PKKM sendiri merupakan upaya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi  untuk mendorong, memfasilitasi, dan mempercepat perguruan tinggi dalam menerapkan kebijakan Kampus Merdeka serta mencapai 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama tersebut dengan merancang suatu program kompetisi yang dikemas dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM). Program ini dirancang dalam 3 (tiga) skema dimana Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dapat berkompetisi sehat sesuai dengan aturan pada tiap skemanya, dikutip dari website Kemdikbud.

Hibah PKKM kali ini Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini akan melaksanakan aktivitas untuk Peningkatan Kualitas SDM dalam Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis STEAM bagi Pendidikan Anak Usia Dini dan Peningkatan Kualitas Riset Dosen tentang Pra Literasi Numerasi Digital Anak Usia Dini.

Sedangkan Program Studi Pendidikan Sejarah melaksanakan aktivitas untuk Pengembangan SDM dan Kurikulum Berbasis Media Digital melalui Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Sejarah dengan Rancang Bangun Animasi, Augmented Reality dan Virtual Reality “Digital Heritage Tourism” dan Peningkatan Kompetensi mahasiswa sebagai pemandu wisata berbasis digital Heritage Tourism.

Raditya Ahmad Rifandi selaku ketua tim Task Force menjelaskan solidnya tim task force serta komitmen yang tinggi dan kerja yang luar biasa keras dalam menyusun proposal sehingga Hibah PKKM ini bisa Lolos.

“Dengan lolosanya hibah PKKM tahun 2022 kami dan tim akan membuat bebrapa aktivitas untuk mengembangkan sarana inovasi pembelajaran, mengembangkan kualitas dosen dan lulusan, permagangan mahasiswa, program praktisi mengajar sehingga hibah ini akan bermanfaat dengan baik dan tentunya juga akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan lulusan dari Program Studi yang memperoleh Hibah,” terangnya.

Dr Luluk Elyana Wakil Rektor 1 Unisvet menyampaikan bahwa pemanfaatan hibah ini harus di gunakan dengan semaksimal mungkin agar supaya tidak sia – sia perjuangan para tim task force  untuk bisa menyelesaikan proposal dengan baik dan lolos.

“Alhamdulilah untuk yang ke dua kalinya Universitas Ivet mendapatkan hibah PKKM, sangat tidak mudah mendapatkan hibah tersebut apalagi persaingan cukup ketat banyak perguruan tinggi yang ikut mengajukan hibah tersebut, harapan kami dengan di perolehnya Hibah ini Universitas Ivet bisa semakin maju dan semakin siap untuk memajukan pendidikan yang ada di Indonesia,” ujarnya.