Mencegah Sifat Radikalisme dan Terorisme dalam Kampus Universitas Ivet Adakan Bela Negara Untuk Mahasiswa Baru

Mencegah Sifat Radikalisme dan Terorisme dalam Kampus Universitas Ivet Adakan Bela Negara Untuk Mahasiswa Baru

Semarang, dalam menyambut mahasiswa baru, universitas ivet mengadakan kegiatan Bela negara dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2020, acara ini menghadirkan narasumber dari Kepala Badan Nasional penaggulangan Teroroisme (BNPT) Dr. Drs. Boy Rafli Amar dan Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr. Luluk Elyana M.Si. forum ini di adakan di laman Zoom Cloud Meetings pada hari kamis (17/9).

Rektor universitas Ivet Prof. Dr. Rustono, M.Hum., menyampaikan dalam sambutannya bahwa Kegiatan belanegara ini sudah kali keduanya universitas ivet adakan dan untuk tahun ini kita adakan berbeda yaitu melalui zoom dikarenakan masa pendemi covid 19 ini kita tidak memungkinkan menghadirkan semua mahasiswa baru di kampus. Dan kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru universitas ivet di kampus kita tercinta ini dan rasa terimakasih yang sebesar besarnya kepada orang tua mahasiswa yang telah memilih kampus universitas ivet sebagai kampus pilihan bapak ibu semua, semoga amanah ini menjadi amanah yang membuat kita semangat untuk mencerdaskan anak bapak dan ibu.

Rektor juga menegaskan kepada mahasiswa untuk selalu menjadi mahasiswa yang aktif dalam perkuliahan karena kedepan kita akan bersama sama menjalankan kampus merdeka belajar.

Dalam kegiatan ini Kepala Badan Nasional penaggulangan Teroroisme (BNPT) Dr. Drs. Boy Rafli Amar menyampaikan kepada mahasiswa baru bahwa menjadi mahasiswa itu selain pandai dan cakap dalam hal perkuliahan juga harus bersikap sopan dan santun dan tentunya menghindari dalam hal – hal yang berbau radikalisme serta teroris.

Pada tahun 2020 ini Indonesia memasuki fase bonus demografi yang di tandai dengan jumlah penduduk usia produktif, oleh karena itu pembangunan sumber daya manusia menjadi penting dalam mengerakkan roda pembangunan nasional karena dengan tingginya bonus demografi tersebut maka pemuda/pemudi ini akan menjadi penentu bagi masa depan inonesia. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan dan pengaturan yang baik agar generasi milenial ini tidak sampai salah arah dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan bebas dengan sifat radikalisme dan terorisme.

Institusi pendidikan menjadi salah satu tempat menempa karakter generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan. Akademisi dan pelajar khususnya, rentan dijadikan sasaran persebaran radikalisme dan terorisme sehingga perlu bekal bagaimana mencegah paparan radikalisme dan terorisme. Sehingga tidak hanya penguatan secara akademis, namun pendidikan karakter yang berpedoman pada Pancasila diperlukan sebagai benteng bahaya laten radikalisme dan terorisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.