Rektor Universitas Ivet Sahkan Buku Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Rektor Universitas Ivet Sahkan Buku Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Semarang – Hadirnya kurikulum baru dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi memacu perguruan tinggi untuk segera bergerak merubah kurikulum pembelajaran di perguruan tinggi masing – masing.

Hal ini terkait dengan adanya kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dimana kebijakan ini juga mengacu pada kebutuhan industri dunia kerja saat ini.

Universitas Ivet sebagai Perguruan Tinggi yang peduli kepada mahasiswa untuk masadepanya, segera membuat Buku Pedoman Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang langsung di sahkan oleh Rektor Universitas Ivet Prof Dr Rustono di Ruang Rapat gedung Rektorat pada hari Kamis, (9/9/21).

Buku yang berisi panduan MBKM bagi mahasiswa dan dosen di Universitas Ivet ini membahas tentang Hak Belajar 3 Semester di luar Program Studi dan Penjaminan Mutu.

Prof Rustono menyampaikan bahwa buku ini diterbitkan mengacu pada peraturan Mendikbud Ristek RI.

“di tahun 2020 Mendikbud Ristek RI membuat kebijakan MBKM dengan maksud untuk mengimplementasikan Permendikbud No.3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, pasal 18 yang mengamanatkan pemenuhan masa dan beban belajar bagi program sarjana dan sarjana terapan dan dapat dilaksanakan dengan mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi selama 3 semester,”ujar Rektor Universitas Ivet.

Rektor juga menambahkan bahwa buku panduan ini tentu juga tidak akan paten dia akan berubah sewaktu waktu.

“mengingat dengan adanya perubahan kepemimpinan pemerintahan nantinya tentu akan baru pula kebijakan yang ada, kalau ad revisi pada kemudian hari itu hal wajar sebab kurikulum itu akan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja oleh karena itu penyempurnaan akan terus berjalan sehingga buku panduan ini akan menjadi baik dan sempurna sesuai dengan kebijakan dari pemerintah,” imbuhannya.

Prof Rustono yang juga selaku Ketua Dewan Pendidikan Jawa Tengah menjelaskan bahwa kebijakan Mendikbud Ristek RI ini sangat berguna sekali untuk masa depan para lulusan.

“dengan adanya kebijakan hak belajar 3 semester di luar program studi ini tentu akan menambah ilmu dan pengalaman bagi mahasiswa dan pastinya Lulusan kita akan laku di dunia industri apalagi kita juga punya Lembaga Sertifikasi Profesi sehingga akan menambah kepercayaan perusahaan atau instansi tempat mereka kerja nanti,”tandasnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Luluk Elyana menyampaikan bahwa ada 8 bentuk kegiatan pembelajaran di buku panduan MBKM Universitas Ivet.

“diantaranya pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, kegiatan wirausaha, membangun desa/kuliah kerja nyata tematik, studi/proyek independensi, dan proyek kemanusiaan,” terangnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik menambahkan bahwa banyaknya MOU yang sudah kami jalankan ini juga bagian dari MBKM.

“dengan sudah adanya MOU dengan berbagai instansi ini tentu sebagai bentuk implementasinya yaitu menerapkan kebijakan MBKM di instansi yang sudah kita ajak untuk kerjasama, kedepan kita akan memperbanyak lagi kerjasama yang sesuai dengan kebutuhan para lulusan dari Universitas Ivet,” imbuhannya.