Universitas Ivet Bangun Link and Macht Pendidikan vokasi Melalui Slogan 8 + i

Semarang, Universitas Ivet hadirkan Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi Dr Henri Togar Hasiholan Tambunan memberikan motivasi dan pengarahan melalui virtual zoom pada hari Rabu (31/8).

Dalam forum tersebut di Bahasa salah satunya penguatan slogan 8+i Link and Match yang di canangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dimana slogan tersebut dimaksud sebagai berikut. Pertama, kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek softskills, hardskills dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja. Kedua, pembelajaran diupayakan berbasis proyek riil dari dunia kerja (PBL) untuk memastikan hardskills, softskills dan karakter yang kuat.


Ketiga, peningkatan jumlah dan peran guru/dosen/instruktur dari industri dan ahli dari dunia kerja. Keempat, praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester. Kelima, penyelenggaraan sertifikasi kompetensi untuk mahasiswa dan dosen yg sesuai dengan kebutuhan industry.

Keenam, Diajar oleh dosen/guru/instruktur yang terus memperbaharui teknologi melalui pelatihan rutin. Ketujuh, Penyelenggaraan riset terapan. Kedelapan, komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja. Sedangkan huruf “i” adalah berbagai kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan dengan dunia kerja. Di antaranya beasiswa dan/atau ikatan dinas, donasi dalam bentuk peralatan laboratorium dan lainnya.

Sementara itu menurut Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi, Ditjen Pendidikan Vokasi, Dr. Henri Togar Hasiholan Dalam paparannya menyampaikan bahwa Pembentukan Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi merupakan wujud dari semangat Presiden Joko Widodo menciptakan lulusan yang berkompeten dan siap kerja di era Revoluasi Industri 4.0.

“Adapun kebijakan pendidikan vokasi lebih menekankan ke arah keterampilan mahasiswa sehingga lulusannya bukan hanya mengenai Aku sudah belajar apa melainkan Saya sudah punya kompetensi apa,” ujarnya.

Dr Henri Togar Hasiholan Tambunan menambahkan bahwa banyak kesempatan yang bisa diraih Perguruan Tinggi dalam mengembangkan sumber daya vokasi.

“Diantaranya Hibah Kompetensi Perguruan Tinggi, Program Penguatan Perguruan Tinggi Vokasi, Program Bantuan diantaranya: Pelatihan dan Uji kompetensi dosen vokasi, pelatihan pekerti/AA untuk dosen, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), dan Pelatihan manajerial Pimpinan Perguruan Tinggi,” imbuhannya.

Dalam kesempatan itu Wakil Rektor I Universitas Ivet Dr. Luluk Elyana, M.Si, menyampaikan dalam sambutannya bahwa melalui Fakultas Kemaritiman dengan 3 Program Studi Vokasi di dalamnya, telah banyak menghasilkan program-program peningkatan kompetensi mahasiswa.

“Melalui kesempatan diskusi dengan Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi ini, membuka arah pengembangan sumber daya khususnya dosen di lingkungan F.Kemaritiman untuk terus berkembang dan mampu menjawab tantangan araha pendidikan vokasi ke depannya,” tuturnya.

Ratna Dwi Kurniawan Dekan Fakultas Kemaritiman menyampaikan bahwa Fakultas Kemaritiman dengan Prodi – Prodinya yaitu Prodi Teknik Permesinan Kapal (TMK), Teknik Bangunan Kapal (TBK), Teknik Kelistrikan Kapal (TLK) dan Teknik Keselamatan berusaha bersaing dengan terus memperbaiki kualitas dan menghasilkan lulusan yang kompeten.

“Salah satunya melalui terwujudnya Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Ivet dengan skema – skema khusus yaitu Skema Welding Supervisor, HVAC , Teknisi HVAC dan Perancangan Instalasi Listrik,” ujarnya.

Ratna juga berharap bahwa tahun depan Fakultas Kemaritiman berkesempatan memperoleh berbagai macam peluang hibah akademik dan kelembagaan Ditjen Vokasi salah satunya hibah PPPTV – PTS.