Universitas Ivet Manfaatkan Hibah Dengan Membuat Inovasi Untuk Kemajuan Pendidikan

Semarang, hibah program Matching Fund Kedaireka yang di terima oleh Universitas Ivet pada Tahun anggaran 2022 di manfaatkan dengan memajukan pendidikan yaitu membuat produk Virtual Reality Profil Pelajar Pancasila bagi sekolah mulai dari TK, SD, hingga SMP.

Pengenalan produk Virtual Reality ini dilaksanakan di Kabupaten purwodadi tepatnya di kecamatan Ngaringan dan Wirosari yang menghadirkan perwakilan Guru dan Kepala Sekolah dan di tempatkan di Gedung Koperasi Kecamatan Ngaringan pada hari kamis, (8/12).

Dalam kegiatan tersebut Tim Kedaireka Universitas Ivet yang di ketuai oleh Wakil Rektor 1 Dr Luluk Elyana mendemontrasikan bagaimana penggunaan Virtual Reality dan memberikan kesempatan kepada Para Guru untuk mencoba alat tersebut.

“Dengan demikian para peserta yang semuanya adalah guru dari perwakilan sekolah yang ada di kecamatan Ngaringan dan Wirosari bisa mengerti bagaimana menggunakan alat Virtual Reality sehingga nanti bisa di tularkan kepada guru-guru dari sekolahan lain dan bisa di ajarkan kepada para siswanya,”ujarnya.

Profil Pelajar Pancasila sebagai program dalam hibah Matching Fund Kedaireka tersebut menjadi kebutuhan yang saat ini di butuhkan oleh sekolahan yang menjadi sekolah pengerak.

Dr Luluk menyampaikan bahwa produk Virtual Reality ini akan di buat sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dan di sesuaikan dengan jenjang pendidikannya.

“Oleh karena itu kami menggandeng mahasiwa dari 4 Program Studi diantaranya Prodi Pendidikan Informatika, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Prodi Bimbingan dan Koseling, Prodi Ilmu Lingkungan dan Prodi PG-PAUD, Mahasiswa dari ke-Empat prodi tersebut akan menjadi pendamping bagi Guru untuk pengunaan produk Virtual Rality Profil Pelajar Pancasila,” imbuhannya.

Sementara itu ketua K3 Kec Ngaringan Amin Iskandar sebagai perwakilan dari camat Ngaringan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Universitas Ivet telah memilih Kecamatan Ngaringan dan Wirosari sebagai tempat pemanfaatan Hibah program Matching Fund Kedaireka.

“Harapannya produk ini nanti harus berhasil karena semuanya luarannya adalah penigkatan kualitas Guru untuk peningkatan mutu pendidikan yang ada di Kabupaten Purwodadi khususnya di Kecamatan Ngaringan dan Kecamatan Wirosari, apalagi saat ini sudah ada beberapa sekolahan yang menjadi sekolah penggerak,” tuturnya saat memeberikan sambutan.

Amin Iskandar juga menambahkan bahwa Kurikulum Merdeka yang saaat ini sedang berjalan perlu adanya Kerjasama yang baik antara sekolahan dan Perguruan Tinggi. “Sehingga dengan Kerjasama yang baik ini tentu bisa mensukseskan kebijakan pemerintah dan memajukan pendidikan di Indonesia, bagi para guru yang hadir harapannya bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga bisa menularkan ilmu kepada Guru – Guru di sekolah lain dan bisa saling memanfaatkan ilmunya,” imbuhannya.