Universitas Ivet Semarang Adakan Forum Grup Diskusi Bersama Direktur GTK Kemendikbud RI

Universitas Ivet Semarang Adakan Forum Grup Diskusi Bersama Direktur GTK Kemendikbud RI

SEMARANG -  Berbagai cara di adakan untuk merangkul para alumni sehingga tercipta rasa kekeluargaan yang erat antara perguruan tinggi dengan alumni.

Universitas Ivet Semarang pun menghadirkan Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Praptono, M.Ed dalam kegiatan forum diskusi mengenai permasalahan dalam verval ijazah bagi alumni universitas Ivet yang sudah bekerja menjadi guru.

Forum ini diselenggarakan melalui daring pada Kamis (17/12/2020).

Kegiatan ini membahas kendala para alumni dalam melakukan verval ijazah. Verval Ijazah sendiri nantinya akan digunakan para alumni yang sudah bekerja menjadi guru untuk menjalankan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjannjian Kerja (PPPK) bagi guru honorer K2 atau non K2 yang akan diangkat sebagai ASN atau Aparatur Sipil Negara setara dengan PNS.

Permasalahan verval Ijasah ini menjadi hal yang sangat di khawatirkan oleh para alumni terutama alumni dari program Sarjana Kependidikan Guru dalam Jabatan (PSKGJ).Mayoritas mahasiswa yang lulus dari program PSKGJ ini sudah menjadi guru semua.Program Sarjana Kependidikan Guru dalam Jabatan (PSKGJ) merupakan program studi yang dimiliki Universitas Ivet, dahulu IKIP Veteran, untuk membantu pemerintah dalam upaya menuntaskan guru yang belum berkualifikasi S-1 atau D-IV.

Program PSKGJ telah memperoleh izin sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara program PSKGJ dengan surat Keputusan Menteri Nomor : 015/P/2009. Dalam SK tersebut program studi yang diajukan adalah Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD).

“Kita sudah mendapatkan jawaban dari Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI untuk alumni program PSKGJ tidak perlu bingung dalam verval ijazah. Disiapkan saja dokumennya lalu di-upload secara manual di sistem seleksi PPPK,” ujar Wakil Rektor 1 Dr Luluk Elyana.

Dr Praptono menyampaikan bahwa verval ijazah itu tidak hanya dilakukan secara otomatis.“Kami juga sudah menyiapkan verval ijazah secara manual bagi yang ijasahnya tidak dapat diverval secara otomatis. Yang terpenting dokumen para alumni semua di-upload sesuai petunjuk yang ada di sistem yang jelas para alumni sudah menjadi guru yang terdaftar di Dapodik,” ungkapnya.

Rektor Universitas Ivet Prof Dr Rustono menyampaikan masalah verval ijazah secara otomatis dalam mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjannjian Kerja (PPPK) tidak perlu dikhawatirka. “Sudah di sampaikan oleh bapak direktur GTK bahwa bisa secara manual jadi di-unggah saja tidak perlu menunggu sistem secara otomatis. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dr Praptono yang sudah memberikan penjelasan dan arahan kepada alumni untuk masalah verval ijazah ini sehingga harapannya para alumni tidak kebingungan lagi dalam mengikuti seleksi PPPK tersebut,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.