Wisuda Blanded System Universitas Ivet Lulukan 666 Mahasiswa

Wisuda Blanded System Universitas Ivet Lulukan 666 Mahasiswa

Semarang – Universitas Ivet Semarang menyelenggarakan wisuda ke 4 dengan menggunakan blended system, Daring dan luring terbatas di Patra Hotel Semarang Selasa (12/10/21).

Wisuda blended system ini diikuti oleh wisudawan yang berasal dari Program Diploma dan Sarjana Universitas Ivet yang berjumlah 666 wisudawan. Untuk wisuda luring terbatas hanya diikuti 12 Wisudawan dari 12 Program Studi di Universitas Ivet sedangkan sisanya mengikuti wisuda secara daring. Jumlah total 666 wisudawan terdiri dari 49 orang Ahli Madya (D3), 619 Sarjana (S1) dengan rincian Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan meluluskan 538 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 81 orang, dan Fakultas Kemaritiman 49 Orang.

Dari jumlah lulusan tersebut, dengan bangga diinformasikan sebanyak 259 orang yang meraih Predikat Cumlaude dengan Pujian. Bahkan diantara lulusan tersebut 200 orang telah lulus uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Ivet.

Wisuda luring terbatas hanya boleh diikuti oleh wisudawan tanpa orang tua atau wali pendamping. Dengan konsep ini diharapkan mampu mengurangi kerumunan massa dan mematuhi Protokol Covid-19.

Dalam kesempatan itu hadir Kepala LLDIKTI Wilayah 6 Jawa Tengah Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA dalam sambutannya menyampaikan bahwa LLDIKTI Wilayah 6 akan selalu Siap mendaampingi Universitas Ivet untuk selalu maju.

“Perkembangan Universitas Ivet dari tahun – ketahuan sangat begitu luar biasa dulu kampus yang berada di jalan Plampitan yang bernama IKIP Veteran ini telah mengukir sejarah di kehidupan saya pribadi yaitu Ibu saya pernah belajar di perguruan tinggi ini namun putus di tengah jalan hal itu lah yang membuat saya terobsesi dan terpacu untuk belajar hingga kuliah S3 di Perancis,” Ujarnya.

Lebih lanjut Prof Zaenuri menyampaikan bahwa setelah lulus Jangan lupakan jasa orang tua kita.

“karena berkat usaha dan doa para orang tua lah yang menjadikan kalian bisa menganyam pendidikan hingga ke pendidikan tinggi tunjukkan kepada mereka bahwa 4 tahun dalam Perjalanan di bangku perkuliahan bukan hal yang sia – sia aplikasikan semua ilmu yang sudah di dapat selama kuliah tentunya harus penuh kebanggaan untuk meraih masa depan gemilang, dan perlu di ketahui juga bahwa Ijasah para wisudawan ini telah Legal dan siap untuk di pakai mencari pekerjaan di manapun,” Imbuhannya.

Sementara itu Rektor Universitas Ivet menyampaikan rasa syukurnya kepada para mahasiswa yang telah melewati problematika selama di bangku perkuliahan.

“Semua pimpinan dan seluruh pengajar mengucapkan selamat dan sukses kepada para mahasiswa atas kelulusan dan wisuda ini. Doa dan harapan kami, semoga saudara sekalian dapat segera memasuki dunia kerja dengan lancar, namun jangan lupa tetap selalu belajar karena belajar itu sepanjang hayat sebab dengan sering belajar mengikuti perkembangan zaman tentu akan mempermudah kesuksesan kelak ,” ujar Rektor Universitas Ivet Prof Dr Rustono pada sambutannya.

Di samping itu Prof Rustono juga menyampaikan bahwa salah satu wisudawan terbaik periode 4 tahun 2021 ini ada yang orang tuanya berpropesi sebagai pemulung.

“Hal ini membuat saya pribadi merasa terharu sebab walaupun anak pemulung namun bisa menyelesaikan perkuliahan dengan lulus tepat waktu tanpa adanya beasiswa dan mendapatkan IPK tertinggi di Program Studinya, kami sangat bangga kepada Alfan dan Orang Tuanya mahasiswa Program Studi Pendidikan Informatika yang meraih Predikat Dengan Pujian atau Cumlaude dengan kondisi keterbatasan yang ada, ini juga bisa menjadi pemacu semangat bagi seluruh masyarakat bahwa belajar di Pendidikan Tinggi itu penting untuk siapapun,” imbuhannya.

Dalam Kesempatan itu Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Luluk Elyana melaporkan bahwa terdapat wisudawan Tertua yaitu dengan usia 60 Tahun.

“Menjadi hal yang menarik karena dari ratusan mahasiswa yang di wisuda pada hari ini mayoritas umurnya masih muda dan ini ada yang berusia di atas umur saya yaitu Kholipah dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini yang berasal dari Kabupaten Brebes lahir pada tahun 1961, ini membuktikan bahwa belajar itu tak memandang usia, siapapun dan umur berapapun tetap bisa belajar di perguruan tinggi dan walaupun usianya Tertua menjadi wisudawan namun IPKnya mendapatkan predikat kelulusan Dengan Pujian yaitu 3.59,” terangnya.

Dalam forum tersebut hadir Ketua Pembina Yayasan Pembina IKIP Veteran Rosyad MBA, Sekretaris Yayasan Pembina IKIP Veteran Nadhifin ST dan Bendahara Yayasan Musbikha serta Para Ketua Program Studi di lingkungan Universitas Ivet.

Dalam sambutannya Ketua Pembina Yayasan Pembina IKIP Veteran Rosyad MBA menyampaikan bahwa mahasiswa harus siap menghadapi tantangan di era industri 4.0.

“Saudara-saudara sekalian yang hidup pada zaman teknologi informasi dan digitalisasi, atau sebagai generasi milenial atau generasi Y, tentu diharapkan lahir sebagai sumber daya manusia baru dengan mindset dan cara memecahkan masalah sesuai dengan berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0 dengan kecepatan penggunaan teknologi internet dan digitalisasi,” ujarnya.